Minggu, 04 Desember 2016

Macam Macam Sensor dan Fungsi

www.um.ac.id

Macam Macam Sensor Beserta Fungsinya



A.Definisi Sensor

Sensor adalah jenis tranduser yang digunakan untuk mengubah besaran mekanis, magnetis, panas, sinar, dan kimia menjadi tegangan dan arus listrik. Sensor sering digunakan untuk pendeteksian pada saat melakukan pengukuran atau pengendalian.Variabel keluaran dari sebuah sensor yang diubah menjadi besaran listrik dapat disebut sebagai transduser. Saat ini ada banyak sekali jenis atau macam dari sensor jika dilihat dari fungsi serta kegunaannya. Contoh LDR dan photo dioda dapat digunakan sebagai saklar yang bekerja berdasarkan intensitas cahaya, atau thermistor yang bekerja berdasarkan suhu.

B. Jenis Sensor

Berikut ini merupakan macam-macam Sensor beserta Fungsi dan Implementasinya dari berbagai sumber :

1. Sensor Magnet
Sensor magnet adalah jenis sensor yang peka atau mudah terpengaruh dengan medan magnet, sehingga memberikan perubahan kondisi pada output atau keluaran. Seperti layaknya saklar dua kondisi (on/off) yang digerakkan oleh adanya medan magnet di sekitarnya. Biasanya sensor ini dikemas dalam bentuk kemasan yang hampa dan bebas dari debu, kelembapan, asap ataupun uap. Implementasi dari alat ini seperti, Pengukuran medan magnet berbasis komputer terdiri dari sensor medan magnet UGN3503, Op-Amp LM358 dan ADC 0804. Prinsip kerja alat adalah mendekatkan magnet pada sensor. Keluaran sensor berupa tegangan akan dikuatkan oleh op-amp agar dapat diproses oleh ADC. 

2. Sensor Cahaya
 Image result for sensor cahaya ldr
Sensor cahaya adalah sensor yang keluarannya dipengaruhi oleh intensitas cahaya. sensor ini digunakan terhadap objek-objek yang memiliki bentuk warna atau cahaya, yang diubah menjadi daya yang berbeda-beda.
Sensor cahaya terdiri dari 3 macam kategori:
1. Fotovoltaic, prosedur kerja dari sensor ini yaitu, mengubah energi sinar langsung menjadi energi listrik, dengan adanya penyinaran cahaya akan menyebabkan pergerakan elektron dan menghasilkan tegangan.
2. Fotokonduktif (fotoresistif ), sensor ini memberikan perubahan tahanan  (resistansi) pada sel-selnya. prinsip kerjanya, semakin tinggi intensitas cahaya yang terima sensor, maka akan semakin kecil pula nilai tahanannya.
3. Fotolistrik, sensor yang berprinsip kerja berdasarkan pantulan karena perubahan                   posisi/jarak suatu sumber sinar (inframerah atau laser) ataupun target pemantulnya, yang     terdiri dari pasangan sumber cahaya dan penerima.

3. Sensor Suhu

Image result for Sensor Suhu
Sensor suhu adalah jenis sensor yang digunakan untuk mengubah energi panas menjadi besaran listrik. Ada banyak jenis komponen elektronika yang dapat difungsikan sebagai sensor suhu seperti thermistor, thermocouple dan resistive temperature detector. 

1. Thermistor
adalah resistor yang peka terhadap panas yang biasanya mempunyai koefisien suhu negatif, karena saat suhu meningkat maka tahanan menurun atau sebaliknya. Jenis ini sangat peka dengan perubahan tahan 5% per C sehingga mampu mendeteksi perubahan suhu yang kecil.

2. Thermocouple 
pada intinya terdiri dari sepasang transduser panas dan dingin yang disambungkan dan dilebur bersama, dimana terdapat perbedaan yang timbul antara sambungan tersebut dengan sambungan referensi yang berfungsi sebagai pembanding.

3. Resistance Temperature Detector (RTD)
memiliki prinsip dasar pada tahanan listrik dari logam yang bervariasi sebanding dengan suhu. Kesebandingan variasi ini adalah presisi dengan tingkat konsisten/kestabilan yang tinggi pada pendeteksian tahanan.

4. Sensor Ultrasonik
Image result for sensor ultrasonik

Sensor ultrasonik bekerja berdasarkan prinsip pantulan gelombang suara, dimana sensor ini menghasilkan gelombang suara yang kemudian menangkapnya kembali dengan perbedaan waktu sebagai dasar penginderaannya. Jenis objek yang dapat diindera diantaranya adalah: objek padat, cair, butiran maupun tekstil. Banyak produk-produk yang pada pemrosesannya menggunakan sensor Ultrasonik.

5. Sensor Kecepatan
Image result for Sensor Kecepatan
Sensor kecepatan adalah jenis sensor yang digunakan untuk mendeteksi kecepatan gerak, yang kemudian diubah menjadi sinyal listrik. Sensor ini banyak digunakan pada kendaraan seperti sepeda, sepeda motor, ataupun mobil untuk mengetahui berapa kecepatan laju dari kendaraan tersebut.

Sumber:
http://elektronikakontrol.blogspot.co.id/2014/09/macam-macam-sensor-serta-penjelasannya.
 http://belajarelektronika.net/macam-macam-sensor-elektronika-dan-fungsinya

Sabtu, 03 Desember 2016

Alat Ukur Listrik

www.um.ac.id

Macam-macam Alat Untuk Mengukur Listrik dan Fungsinya



Alat ukur listrik adalah alat yang digunakan untuk mengukur besaran - besaran listrik yang mengalir seperti hambatan listrik (R) , Kuat Arus listrik (I) ,  Beda Potensial listrik (V) , Daya listrik (P) , dan lainnya. Terdapat dua jenis alat ukur yang digunakan yaitu alat ukur analog dan alat ukur digital.


Berikut adalah macam-macam alat ukur :

1. Ampermeter

 Image result for Amperemeter
Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik baik untuk  DC maupun AC yang ada dalam rangkaian tertutup. Jika Anda akan mengukur arus yang mengalir pada sebuah penghantar dengan memakai Amperemeter maka wajib Anda pasang secara seri dengan cara memotong penghantar agar arus mengalir melalui Amperemeter.
2.Voltmeter

Related image
Voltmeter adalah alat untuk mengukur besar tegangan listrik dalam suatu rangkaian listrik. Voltmeter disusun secara paralel terhadap letak komponen yang diukur dalam rangkaian. Alat ini terdiri dari tiga buah lempengan tembaga yang terpasang pada sebuah bakelite yang dirangkai dalam sebuah tabung kaca atau plastik. 
3. Ohm meter

Image result for Ohm meter
Ohm-meter adalah alat untuk mengukur hambatan listrik, yaitu daya untuk menahan mengalirnya arus listrik dalam suatu konduktor. Alat Ohm meter ini menggunakan galvanometer untuk mengukur besarnya arus listrik yang lewat atau mengalir pada sebuah hambatan listrik (R) , yang kemudian dikalibrasikan ke satuan ohm.
4. Wattmeter

Image result for Wattmeter
Wattmeter ialah alat yang digunakan untuk mengukur power listrik (atau rate suplai energi listrik) dalam satuan watt untuk rangkaian.

5.Multimeter

Multimeter ialah alat yang digunakan untuk mengukur listrik tegangan (Voltmeter), hambatan listrik (Ohm meter), juga arus listrik (Ampere). Ada dua kategori multimeter: multimeter digital atau DMM (digital multi-meter)(untuk yang baru dan lebih akurat hasil pengukurannya), dan multimeter analog. Masing-masing kategori dapat mengukur listrik AC, maupun DC.

-multimeter digital                                                                                     -multimeter analog
Image result for MultimeterImage result for Multimeter 

6. Tang ampere

Related image
Biasa digunakan untuk mengukur arus, sama seperti ampere meter.Penggunaan tang ampere yang lebih mudah membuat tang ampere sangat digemari oleh para teknisi, karena hanya dengan memasukan kabel berarus listrik kedalam lingkupan tang ampere dan 
hasilnya dapat terlihat.

7. Oscilloscope (Osiloskop)

Image result for Oscilloscope (Osiloskop)
Oscilloscope adalah alat ukur yang dapat menunjukkan kepada anda 'bentuk' dari sinyal listrik dengan menunjukkan grafik dari tegangan terhadap waktu pada layarnya. Osioloskop terdiri dari tabung vacuum dengan sebuah katode ( electrode negative ) pada satu sisi yang menghasilkan pancaran elektron dan sebuah anode ( electrode positive ) untuk mempercepat gerakannya sehingga terdeteksi menuju layar tabung. Susunan ini disebut dengan Electrone Gun.

8. KWH Meter

Image result for KWH Meter
Kwh Meter ialah alat yang digunakan oleh pihak PLN untuk menghitung besarnya penggunaan daya. Bagian utama dari suatu  KWH Meter merupakan kumparan tegangan , kumparan arus ,  piringan aluminium , magnet tetap yang bertugas menetralkan piringan aluminium dari induksi medan magnet dan gear mekanik yang mencatat jumlah perputaran piringan aluminium.

Sumber:
http://insauin.blogspot.co.id/2015/06/macam-macam-alat-ukur-listrik
http://www.ilmusahid.com/2015/10/alat-alat-ukur-listrik-dan-fungsinya.
http://blog-sanusi.blogspot.co.id/2013/01/macam-macam-alat-ukur-listrik

RL DC

www.um.ac.id


Rangkaian Listrik Arus Searah (DC)

sumber listrik arus searah (DC) adalah alat/benda yang menjadi sumber listrik arus searah (DC) dan menghasilkan arus DC secara permanent. Sumber listrik arus searah (DC) yang paling banyak dikenal adalah sumber listrik DC yang membangkitkan listrik secara kimia.


A. Hukum Ohm

Hukum Ohm pertama kali diperkenalkan oleh seorang fisikawan Jerman yang bernama Georg Simon Ohm (1789-1854) pada tahun 1825. Georg Simon Ohm mempublikasikan Hukum Ohm tersebut pada Paper yang berjudul “The Galvanic Circuit Investigated Mathematically” pada tahun 1827.

Pada dasarnya, bunyi dari Hukum Ohm adalah :

Besar arus listrik (I) yang mengalir melalui sebuah penghantar atau Konduktor akan berbanding lurus dengan beda potensial / tegangan (V) yang diterapkan kepadanya dan berbanding terbalik dengan hambatannya (R)”.
Image result for Hukum Ohm
Rumus : persamaan hkm ohm

B. Hukum Kirchoff 1

Hukum Kirchhoff merupakan salah satu hukum dalam ilmu Elektronika yang berfungsi untuk menganalisis arus dan tegangan dalam rangkaian. Hukum Kirchoff pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli fisika Jerman yang bernama Gustav Robert Kirchhoff (1824-1887) pada tahun 1845. Hukum Kirchhoff terdiri dari 2 bagian yaitu Hukum Kirchhoff 1 dan Hukum Kirchhoft 2.

Bunyi Hukum Kirchhoff 1 adalah sebagai berikut :

“Arus Total yang masuk melalui suatu titik percabangan dalam suatu rangkaian listrik sama dengan arus total yang keluar dari titik percabangan tersebut.”
 







Berdasarkan Rangkaian diatas, dapat dirumuskan bahwa :
I1 + I2 + I3 = I4 + I5 + I6


C. Hukum Kirchoff 2 

Hukum Kirchoff secara keseluruhan ada 2, setelah yang diatas dijelaskan tentang hukum beliau yang ke 1. Hukum Kirchoff 2 dipakai untuk menentukan kuat arus yang mengalir pada rangkaian bercabang dalam keadaan tertutup (saklar dalam keadaan tertutup). Perhatikan gambar berikut!
 Rangkaian Hukum kirchoff
Hukum Kirchoff 2 berbunyi: "Dalam rangkaian tertutup, Jumlah aljabbar GGL (E) dan jumlah penurunan potensial sama dengan nol". Maksud dari jumlah penurunan potensial sama dengan nol adalah tidak ada energi listrik yang hilang dalam rangkaian tersebut, atau dalam arti semua energi listrik bisa digunakan atau diserap.

D. Rangkaian Seri


Rangkaian seri merupakan satu diantara dua jenis rangkaian yang umum dikenal sekarang ini. Rangkaian seri berfungsi untuk memperbesar hambatan dan berfungsi sebagai pembagi tegangan. 

Image result for Rangkaian Seri

E. Rangkaian Parallel

Rangkaian paralel adalah suatu model yang digunakan dalam penyusunan komponen-komponen listrik. Terdapat ciri khusus yang melekat pada model ini dan menjadi faktor pembeda dari rangkaian listrik lainnya (misal: rangkaian seri). Perbedaan tersebut terletak pada bentuk, susunan rangkaian, dan fungsi/kegunaannya. 
Image result for Rangkaian Parallel

F. Gaya Gerak Listrik (GGL)

Gaya gerak listrik adalah beda potensial antara ujung-ujung penghantar sebelum dialiri arus listrik. Pada dasarnya sumber GGL itu segala jenis alat yang muatan positif ama negatifnya terpisah. Kedua ujung dari alat tersebut di sebut terminal.
Image result for Gaya Gerak Listrik (GGL)
Image result for Gaya Gerak Listrik (GGL)


Sumber :teknikelektronika.com

Jumat, 02 Desember 2016

Elektro Digital

www.um.ac.id

Elektronika Digital Dasar

1. GERBANG LOGIKA

Gerbang Logika adalah Rangkaian dengan satu atau lebih dari satu sinyal masukan tetapi hanya menghasilkan satu sinyal berupa tegangan tinggi atau tegangan rendah. Gerbang logika beroprasi dengan bilangan Biner, sehingga disebut juga Gerbang Logika Biner, dalam gerbang logika terdapat Tegangan Tinggi yang berati 1 sedangkan Tegangan Rendah yang berati 0.Gerbang logika dapat mempunyai beberapa masukan yang masing-masing mempunyai salah satu dari dua keadaan logika, yaitu 0 atau 1. macam-macam gerbang logika dasar adalah gerbang OR, AND, NOT.

Gerbang Logika terbagi menjadi 2 :
1.Gerbang Logika Inverter (Pembalik)  contohnya  Gerbang Logika NOT (NOT Gate)
2.Gerbang Logika Non-Inverter contohnya Gerbang Logika AND,OR,NAND,NOR,XO,XNOR

2. GERBANG DASAR
     
Gerbang Logika Non-Inverter :

   A.Gerbang AND



      Gerbang AND memiliki dua atau lebih saluran masukan dan satu keluaran, memiliki sifat output akan berlogika satu jika semua nilai input pada gerbang AND berlogika sau dan jika memiliki nilai nol pada salah satu inputnya maka output akan bernilai nol.
    

     Tabel Gerbang AND:
Input A
Input B
Output 
0
0
0
0
1
0
1
0
0
1
1
1



B.Gerbang OR


       Gerbang OR akan berlogika 1 apabila salah satu atau semua inputan yang dimasukkan bernilai 1 dan apabila keluaran yang di inginkan berlogika 0 maka inputan yang dimasukkan harus bernilai 0

C. Gerbang NAND


Arti NAND adalah NOT AND atau BUKAN AND,Gerbang NAND akan bernilai / outputnya akan berlogika 0 apabila semua inputannya bernilai 1 dan outpunya akan berlogika 1 apabila semua atau salah satu inputannya bernilai 0.

D. Gerbang NOR
Gerbang NOR merupakan gerbang logika yang outputnya akan berlogika 1 apabila semua inputannya bernilai 0, dan outpunya akan berlogika 0 apabila semua atau salah satu inputannya inputannya berlogika 1.
Simbol Gerbang Logika NOR dan Tabel Kebenaran Gerbang NOR
E. Gerbang XOR

    Gerbang XOR merupakan kepanjangan dari Exclusive OR yang mana keluarannya akan berlogika 1 apabila inputannya berbeda, namun apabila semua inputanya sama maka akan memberikan keluarannya 0. 
 Simbol Gerbang Logika X-OR dan Tabel Kebenaran Gerbang X-OR

F. Gerbang XNOR 

     
X-NOR adalah singkatan dari Exclusive NOR dan merupakan kombinasi dari Gerbang X-OR dan Gerbang NOT.Gerbang XOR merupakan kepanjangan dari Exclusive NOR yang mana keluarannya akan berlogika 1 apabila semua inputannya sama, namun apabila inputannya berbeda maka akan memberikan output berlogika 0.
Simbol Gerbang Logika X-NOR dan Tabel Kebenaran Gerbang X-NOR
Gerbang Logika Inverter (Pembalik):


A. Gerbang NOT (NOT Gate)


Gerbang NOT berfungsi sebagai pembalik (Inverter), yang mana outputnya akan bernilai terbalik dengan inputannya. Berarti jika kita ingin mendapatkan Keluaran (Output) dengan nilai Logika 0 maka Input atau Masukannya harus bernilai Logika 1.

Simbol Gerbang Logika NOT dan Tabel Kebenaran Gerbang NOT


Sumber:
teknikelektronika.com/pengertian-gerbang-logika-dasar-simbol
mata-cyber.blogspot.co.id/2014/06/pengertian-gerbang-logika-dan-macam-macam-gerbang-logika.

Macam Macam Sensor dan Fungsi

www.um.ac.id Macam Macam Sensor Beserta Fungsinya A.Definisi Sensor Sensor adalah jenis tranduser yang digunakan untuk mengubah...